Kisah Anzhi Makhachkala, sebuah klub yang pernah menjadi sorotan dunia sepak bola karena ambisi besar dan investasi mewah, kini tinggal kenangan.
Didirikan pada tahun 1991, klub ini mengalami transformasi dramatis dari tim yang relatif tidak dikenal menjadi kekuatan finansial yang disegani, sebelum akhirnya menghadapi kemunduran dan akhirnya menghilang. Kisah Anzhi adalah contoh ekstrem dari bagaimana investasi besar tanpa strategi yang berkelanjutan dapat menyebabkan kejatuhan yang cepat dan menyakitkan. Berikut ini, kami akan membahas tentang sejarah klub sepak bola dan kebangkitannya, yang telah kami rangkum di GOAL WIN.
Awal Mula dan Sejarah Pendirian
Anzhi Makhachkala didirikan pada tahun 1991, sebuah periode penting dalam sejarah Rusia dan dunia, di tengah gejolak politik dan sosial yang menyusul runtuhnya Uni Soviet. Klub ini lahir dari inisiatif Aleksandr Markarov, seorang mantan pemain Dinamo Makhachkala, yang bekerja sama dengan Magomed-Sultan Magomedov, seorang tokoh terkemuka di perusahaan Dagnefteprodukt.
Kolaborasi ini menandai awal dari perjalanan Anzhi, yang akan segera menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan dalam sepak bola Rusia. Nama “Anzhi” sendiri memiliki makna yang mendalam dan relevan dengan identitas lokal klub. Dalam bahasa Kumyk, sebuah bahasa yang umum digunakan di wilayah Dagestan, “Anzhi” berarti “mutiara”.
Selain itu, “Anzhi” juga merupakan nama kuno untuk wilayah di sekitar Makhachkala, ibu kota Dagestan, tempat klub ini didirikan. Pemilihan nama ini mencerminkan keinginan para pendiri untuk menghubungkan klub dengan warisan budaya dan sejarah daerah tersebut.
Dengan aplikasi ShotsGoal, Anda tidak akan ketinggalan pertandingan Timnas. Nikmati live streaming bebas iklan dan update real-time hanya dengan satu aplikasi. Download sekarang.
Era Kejayaan Dengan Investasi Besar
Titik balik dalam sejarah Anzhi terjadi pada tahun 2011 ketika Suleyman Kerimov, seorang miliarder asal Dagestan, mengakuisisi klub. Kerimov memiliki visi untuk mengubah Anzhi menjadi kekuatan utama di sepak bola dunia dan mulai menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan pemain-pemain bintang.
Investasi ini membuat Anzhi menjadi salah satu klub terkaya di dunia pada masanya. Pemain pertama yang didatangkan adalah Roberto Carlos, mantan pemain Real Madrid dan tim nasional Brasil. Kedatangan Carlos menjadi sinyal bagi pemain-pemain lain bahwa Anzhi serius dalam membangun tim yang kompetitif.
Setelah Carlos, sejumlah pemain terkenal lainnya seperti Samuel Eto’o, Willian, Lassana Diarra, Yuri Zhirkov, dan Christopher Samba bergabung dengan Anzhi. Samuel Eto’o bahkan menjadi pemain dengan gaji tertinggi di dunia pada saat itu, dengan bayaran sekitar £18 juta per tahun.
Tidak hanya pemain, Anzhi juga mendatangkan pelatih-pelatih berpengalaman. Guus Hiddink, yang sebelumnya melatih tim nasional Rusia dan klub-klub besar Eropa, ditunjuk sebagai pelatih pada tahun 2012. Hiddink membawa stabilitas dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mengelola tim yang bertabur bintang.
Baca Juga: Timnas Indonesia Garuda di Kancah Sepak Bola Internasional
Pelajaran dari Kisah Anzhi Makhachkala
Kisah Anzhi Makhachkala memberikan beberapa pelajaran berharga bagi dunia sepak bola. Pertama, investasi besar tanpa strategi yang berkelanjutan tidak menjamin kesuksesan. Anzhi terlalu fokus pada mendatangkan pemain bintang tanpa membangun fondasi yang kuat di akademi dan infrastruktur klub.
Kedua, stabilitas keuangan sangat penting bagi keberlangsungan klub. Ketergantungan Anzhi pada satu investor tunggal membuat mereka rentan terhadap perubahan kebijakan dan masalah keuangan. Ketika Kerimov memutuskan untuk mengurangi anggaran, Anzhi tidak memiliki sumber pendapatan lain untuk menopang klub.
Ketiga, identitas klub dan dukungan penggemar lokal sangat penting. Anzhi gagal membangun basis penggemar yang kuat di Makhachkala karena tim sering bermain di kota lain karena masalah keamanan. Akibatnya, klub kehilangan dukungan moral dan finansial dari komunitas lokal.
Harapan dan Masa Depan di Tahun 2025/2026
Meskipun Anzhi Makhachkala dibubarkan pada tahun 2022 karena masalah keuangan, ada indikasi kebangkitan kembali klub tersebut pada tahun 2025. Klub ini telah mengumumkan kembalinya mereka ke sepak bola profesional dan akan bermain di tingkat ke-3 sepak bola Rusia.
Anzhi Makhachkala mengumumkan kembalinya mereka ke sepak bola profesional dan akan bermain di tingkat ke-3 sepak bola Rusia. Kebangkitan ini menunjukkan adanya harapan dan potensi untuk membangun kembali klub tersebut, meskipun harus dimulai dari tingkat bawah. Dengan manajemen yang baik dan dukungan finansial yang stabil, bukan tidak mungkin Anzhi akan kembali bersaing di level yang lebih tinggi di masa depan.