Chelsea mencatat kemenangan comeback yang luar biasa atas West Ham dengan skor 3-2 di Stamford Bridge. Laga ini menjadi bukti kuat mentalitas The Blues yang tidak menyerah meski sempat tertinggal dua gol lebih dulu.

Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, melakukan rotasi besar-besaran dengan mengganti tujuh pemain dari laga sebelumnya. Keputusan ini awalnya justru membuat permainan tim kehilangan ritme dan terlihat kurang padu di babak pertama.
Dukungan suporter sempat berubah menjadi kekecewaan ketika Chelsea tampil gugup dan tidak efektif ‘ menguasai bola. Namun, laga ini akhirnya menjadi momen penting dalam membangun kepercayaan diri skuad muda Chelsea.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Babak Pertama yang Sulit bagi The Blues
West Ham memanfaatkan kurangnya kekompakan Chelsea dengan sangat baik. Jarrod Bowen membuka keunggulan lewat situasi yang memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah dan kesalahan antisipasi kiper Robert Sanchez.
Gol kedua West Ham tercipta melalui Crysencio Summerville setelah kerja sama rapi di sisi kanan. Bowen kembali menjadi kreator dengan umpan matang yang tidak mampu diantisipasi oleh pertahanan Chelsea.
Chelsea sebenarnya tidak tampil buruk secara individu, tetapi rotasi besar membuat koordinasi lini belakang rapuh. Sorakan kecewa terdengar dari tribun ketika Chelsea menutup babak pertama dengan ketertinggalan dua gol.
Baca Juga: Mikel Arteta Kecewa: Arsenal Gagal Menang Usai Penalti Kontroversial Tak Diberikan
Perubahan Kunci dan Awal Kebangkitan

Menyadari situasi genting, Rosenior melakukan tiga pergantian penting di awal babak kedua. Masuknya Marc Cucurella, Wesley Fofana, dan Joao Pedro langsung mengubah intensitas permainan Chelsea.
Fofana menjadi kunci lewat umpan silang akurat yang disundul Joao Pedro untuk memperkecil ketertinggalan. Gol ini menjadi titik balik yang membangkitkan kepercayaan diri para pemain Chelsea.
Tekanan Chelsea semakin meningkat, meski West Ham sempat hampir menambah gol. Penampilan Sanchez membaik, sementara lini tengah mulai lebih solid menguasai permainan dan menciptakan peluang berbahaya.
Gol Penentu dan Akhir Dramatis Laga
Gol penyama kedudukan lahir dari situasi bola mati. Sundulan Malo Gusto yang membentur mistar langsung disambar Cucurella, membuat Stamford Bridge bergemuruh dan momentum sepenuhnya berpihak pada Chelsea.
West Ham sempat memiliki peluang emas melalui Jean-Clair Todibo, tetapi bola hanya membentur tiang. Kesempatan itu menjadi penyesalan besar bagi tim tamu yang mulai kehilangan fokus.
Gol kemenangan akhirnya dicetak Enzo Fernandez lewat penyelesaian tenang memanfaatkan umpan Pedro. Emosi memuncak di akhir laga ketika Todibo diusir keluar lapangan, menutup malam dramatis dengan kemenangan bersejarah Chelsea. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goal-win.com.
