Liverpool resmi mengonfirmasi perekrutan bek muda Jeremy Jacquet dari klub Ligue 1, Rennes. Pemain berusia 20 tahun tersebut akan bergabung dengan The Reds pada bursa transfer musim panas dan langsung diproyeksikan sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang klub.

Berdasarkan laporan, nilai transfer Jacquet mencapai 55 juta pound dengan tambahan bonus sebesar 5 juta pound. Angka tersebut mencerminkan besarnya keyakinan manajemen Liverpool terhadap potensi sang pemain untuk menjadi pilar pertahanan di Anfield.
Jacquet menandatangani kontrak jangka panjang hingga tahun 2031, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Kesepakatan ini menegaskan komitmen Liverpool untuk membangun fondasi tim yang solid dan berkelanjutan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Alasan Liverpool Memilih Jacquet sebagai Proyek Jangka Panjang
Liverpool telah lama memantau perkembangan Jacquet bersama Rennes. Ketertarikan tersebut semakin serius setelah sang pemain menunjukkan kematangan bermain meski masih berusia muda. Intensitas negosiasi meningkat ketika Jacquet menyatakan minat kuat untuk pindah ke Anfield.
Profil Jacquet dinilai cocok dengan filosofi permainan Liverpool. Ia dikenal sebagai bek yang kuat dalam duel, memiliki kemampuan membaca permainan yang baik, serta cukup nyaman saat menguasai bola dari lini belakang.
Perekrutan ini juga sejalan dengan strategi Liverpool yang fokus merekrut talenta muda elit. Dalam dua jendela transfer terakhir, rata-rata usia pemain yang direkrut klub berada di bawah 22 tahun.
Baca Juga: Michael Carrick Bawa Nuansa Solskjaer Kembali di Manchester United
Chelsea Gagal Amankan Jacquet dan Pilihan Sang Pemain

Sebelum Liverpool mengamankan tanda tangan Jacquet, Chelsea sempat berada di posisi terdepan. Klub London tersebut bahkan telah menyepakati biaya transfer dengan Rennes dan tidak memperkirakan masalah dalam kesepakatan pribadi.
Namun situasi berubah ketika Chelsea memutuskan memulangkan Mamadou Sarr dari masa peminjaman di Strasbourg serta mempertahankan Josh Acheampong. Keputusan internal tersebut membuat rencana transfer Jacquet batal terealisasi.
Sumber menyebutkan bahwa Jacquet sendiri lebih memilih bergabung dengan Liverpool. Faktor stabilitas proyek dan kejelasan peran di tim utama menjadi alasan utama mengapa ia memilih Anfield sebagai tujuan karier berikutnya.
Dampak Transfer Jacquet bagi Lini Belakang Liverpool
Liverpool memang membutuhkan tambahan kekuatan di lini pertahanan. Ketidakpastian masa depan Ibrahima Konate dan Andy Robertson, yang kontraknya akan segera berakhir, membuat klub harus bergerak cepat.
Musim lalu, Liverpool sempat mencoba merekrut Marc Guehi dari Crystal Palace, namun kesepakatan gagal pada hari terakhir bursa transfer. Kini, dengan Guehi telah bergabung ke Manchester City, fokus Liverpool sepenuhnya tertuju pada Jacquet.
Kehadiran Jeremy Jacquet diharapkan memberi kedalaman skuad sekaligus regenerasi lini belakang. Jika berkembang sesuai ekspektasi, ia berpotensi menjadi bek utama Liverpool dalam beberapa musim ke depan. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goal-win.com.
