Vinicius Jr Bersinar, Real Madrid Lolos ke 16 Besar di Tengah Tekanan dan Isu Rasisme

Bagikan

Vinicius Junior kembali membuktikan kualitasnya sebagai pemain kunci Real Madrid saat menghadapi Benfica di Liga Champions. Dalam laga leg kedua play-off, pemain asal Brasil itu mencetak gol penting pada menit ke-80 yang memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membawa Madrid lolos ke babak 16 besar dengan agregat 3-1.

Vinicius-Jr-Bersinar,-Real-Madrid-Lolos-ke-16-Besar-di-Tengah-Tekanan-dan-Isu-Rasisme

Gol tersebut menjadi penegasan peran Vinicius sebagai pemimpin serangan Madrid, terutama di tengah absennya beberapa pemain inti. Kecepatannya dalam serangan balik dan ketenangannya saat menaklukkan kiper lawan menunjukkan kematangan yang semakin berkembang dalam permainannya.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Selebrasi tarian khasnya di dekat bendera sudut kembali menjadi sorotan. Aksi tersebut bukan sekadar perayaan gol, tetapi simbol kepercayaan diri dan perlawanan terhadap tekanan yang ia hadapi sepanjang pertandingan.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Tekanan Suporter dan Isu Rasisme yang Membayangi

Pertandingan ini tidak lepas dari ketegangan akibat insiden pada leg pertama, ketika Vinicius menuduh adanya penghinaan rasial dari pihak lawan. UEFA bahkan sempat menerapkan protokol anti-rasisme, menunjukkan seriusnya situasi yang terjadi.

Lebih dari 3.000 pendukung Benfica di Santiago Bernabeu terus mencemooh setiap sentuhan bola dari Vinicius. Namun, ejekan tersebut perlahan mereda seiring dominasi permainan Madrid yang semakin jelas sepanjang pertandingan.

Dukungan terhadap kampanye anti-rasisme juga terlihat dari spanduk “Tidak untuk Rasisme” yang dibentangkan suporter Madrid. Klub pun menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk tindakan diskriminatif di stadion.

Baca Juga: Gol Lamine Yamal Disebut dari “Galaksi Lain” saat Barcelona Mengalahkan Real Oviedo!

Kontribusi Tim dan Peran Pemain Lain

Kontribusi-Tim-dan-Peran-Pemain-Lain

Gol pembuka Madrid dicetak oleh Aurelien Tchouameni pada menit ke-16, hanya beberapa saat setelah Rafa Silva membawa Benfica unggul lebih dulu. Respons cepat tersebut menunjukkan mental juara yang dimiliki Los Blancos dalam situasi sulit.

Kiper Thibaut Courtois juga memberikan dukungan moral kepada Vinicius, menyebut selebrasi tariannya sebagai tanda keberhasilan. Solidaritas tim terlihat jelas, mencerminkan kekompakan skuad dalam menghadapi tekanan eksternal.

Meski sempat mencetak gol tambahan yang dianulir karena offside, Madrid tetap tampil dominan. Permainan kolektif yang solid membantu mereka mengontrol tempo dan meminimalkan ancaman dari Benfica di sisa pertandingan.

Tantangan Cedera dan Harapan ke Depan

Pertandingan ini juga diwarnai cedera yang dialami bek muda Raul Asencio setelah benturan keras di babak kedua. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, laporan awal menyebut cedera tersebut tidak serius dan ia diharapkan segera pulih.

Madrid juga bermain tanpa Kylian Mbappe, yang absen akibat cedera lutut. Kondisi ini membuat peran Vinicius semakin vital sebagai pemimpin lini serang tim.

Dengan keberhasilan melaju ke babak 16 besar, Real Madrid kembali menunjukkan mentalitas juara mereka. Di tengah tekanan suporter lawan, isu rasisme, dan badai cedera, Los Blancos tetap mampu melangkah maju dengan Vinicius sebagai simbol ketangguhan dan harapan.” Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goal-win.com.