Barcelona kembali menunjukkan kelasnya saat mengalahkan Real Oviedo dengan skor meyakinkan 3-0 dalam lanjutan LaLiga di Spotify Camp Nou. Kemenangan ini terasa spesial karena menghadirkan satu momen luar biasa dari Lamine Yamal, yang mencetak gol ketiga lewat aksi akrobatik memukau.

Gol tersebut langsung menjadi sorotan utama pertandingan. Di tengah kondisi cuaca buruk dengan hujan deras serta kilat dan guntur, Yamal tampil tenang dan brilian. Aksinya membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk tampil menentukan di level tertinggi.
Berkat kemenangan ini, Barcelona berhasil menyalip Real Madrid dan kembali ke puncak klasemen LaLiga. Tambahan tiga poin menjadi jawaban penting setelah kekalahan mengejutkan dari Real Sociedad pada pekan sebelumnya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pengakuan Almada: Yamal Pemain dari “Galaksi Lain”
Pelatih Real Oviedo, Guillermo Almada, tak mampu menyembunyikan kekagumannya terhadap Lamine Yamal. Ia bahkan menyebut pemain berusia 18 tahun tersebut sebagai sosok dari “galaksi lain” ketika diminta menilai gol spektakuler itu.
Menurut Almada, kualitas Yamal berada jauh di atas rata-rata pemain seusianya. Keberanian, teknik tinggi, dan ketenangan dalam mengambil keputusan membuatnya tampak seperti pemain matang yang telah lama berkarier di level elite.
Almada menegaskan bahwa Yamal sudah pantas disebut bintang. Meski masih sangat muda, winger Timnas Spanyol itu mampu menentukan hasil pertandingan dan menjadi pembeda di momen-momen krusial.
Baca Juga: Vinicius Bertekad Jadikan Mbappe Top Skor di Semua Laga
Pandangan Hansi Flick: Kontribusi Tanpa Bola Lebih Penting

Di sisi lain, pelatih Barcelona Hansi Flick memiliki sudut pandang berbeda. Ia mengakui keindahan gol Yamal, namun menilai kontribusi sang pemain dalam proses gol pertama jauh lebih penting bagi tim.
Flick menyoroti pressing agresif Yamal yang memaksa lawan kehilangan bola, hingga akhirnya Dani Olmo mampu membuka keunggulan. Bagi Flick, kerja keras tanpa bola adalah fondasi utama permainan Barcelona.
Menurutnya, gol ketiga memang memanjakan mata, tetapi mentalitas menekan, merebut bola, dan membantu tim secara kolektif adalah aspek yang ingin terus ia tanamkan kepada para pemain muda Barcelona.
Barcelona Bangkit di Tengah Jadwal Padat
Flick juga mengakui bahwa kemenangan atas Oviedo bukanlah performa terbaik Barcelona, terutama di babak pertama. Oviedo tampil berani dengan pressing tinggi dan membuat Barca sempat kesulitan mengembangkan permainan.
Namun, peningkatan signifikan di babak kedua menjadi kunci. Barcelona tampil lebih rapi, sabar, dan efisien dalam memanfaatkan peluang, yang akhirnya memastikan kemenangan tanpa kebobolan.
Kini, fokus Barcelona beralih ke Liga Champions. Mereka akan menjamu Copenhagen di Camp Nou, dengan misi meraih kemenangan demi mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar. Performa Lamine Yamal kembali diharapkan menjadi inspirasi utama Blaugrana. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goal-win.com.
